Workshop Blogger #sayaberanisayasehat dalam Rangka Hari AIDS Sedunia 2017

by - Desember 11, 2017






Senin kemari (4/12) aku dan teman-teman sesama blogger berkesempatan hadir di acara yang bertajuk "Workshop Blogger #sayaberanisehat dalam Rangka Hari AIDS Sedunia 2017" di hotel The Excelton Palembang yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan. Meskipun blog aku ini mostly berisikan postingan tentang beauty, tapi aku tipe orang yang selalu ingin tahu dan dapat pengetahuan baru khususnya dibidang kesehatan karena jujur ini adalah pertama kalinya aku ikut di acara yang bertemakan kesehatan khususnya seputar virus HIV penyebab AIDS. Dari acara ini lah aku tahu bahwa ODHA merupakan sebutan bagi pasien HIV/AIDS, aku juga baru tahu kalau virus HIV tidak dapan menular melalui air liur, jadi tidak akan jadi masalah jika kita berbagi makanan dan minuman dengan ODHA dan penyakit AIDS itu ada obatnya yaitu ARV (Anti Retroviral).


Acara ini bertujuan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember ini terdiri dari beberapa sesi dan diisi oleh orang-orang dari Departement Kementrian Kesehatan, antara lain bapak Indra Rizon, SKM, M. Kes dari Kepala Hubungan Media dan Lembaga Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Endang Budi Hastuti selaku Kasubdit HIV/AIDS dan PIMS Direktorat Pencegahan Penyakit Menular Langsung (PPML) Kemenkes RI, bapak Feri Yanuar, SKM, M. Kes selaku Kabag P2P Dinkes Provinsi SumSel dan dimoderatori oleh Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI yakni drg. Widyawati, M. Kes. Selain itu juga ada beberapa narasumber yakni Ayu Oktariani dan Antonio Blanco selaku ODHA, juga ada Kang Dedi dan Kang Arul untuk memberikan ilmu tambahan bagi aku dan teman-teman blogger seputar creative writing.

Yang aku suka dari acara ini adalah diawal acara panitia telah penyiapkan tim medis dari Kemenkes untuk mengadakan tes HIV secara gratis bagi seluruh peserta yang hadir pada acara itu, tujuan diadakan tes gratis ini tidak lain adalah untuk menjalankan program dari Depkemenkes yakni TOP (Temukan penderita HIV, Obati dengan ARV, dan Pertahankan pengobatan), jadi dengan adanya tes HIV ini pemerintah berusahan menemukan penderita HIV sedini mungkin untuk mencegah penyebaran virus HIV. Ditiap sesi membahas materi yang berbeda beda yakni:
Sesi pertama : Kemenkes RI Tema Hari AIDS Sedunia “Saya Berani Saya Sehat”
Sesi kedua : Workshop Creative Writing Bersama Dr. Rulli Nasrullah/ Kang Arul (www.dosengalau.com)
Acara ini menjadi ajang sosialisasi kesehatan dan edukasi kesehatan Kemenkes RI yang melibatkan blogger dan netizen.

Disesi pertama ini, aku dan teman blogger lainnya mendapatkan tiga materi dari narasumber yang tadi sudah aku sebutkan di awal:
Inti dari paparan  Bpk Indra Rizon, SKM, M. Kes adalah
Sehubungan dengan meningkatnya jumlah pasien PTM (Penyakit Tidak Menular) dan PM (Penyakit Menular) di Indonesia semakin meningkat, data dari Kemenkes menyebutkan bahwa di tahun 2015 meningkat hingga 57% . Umumnya penyakit tidak  menular disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

1. Kurang Aktifitas Fisik
2. Pola makan yang tidak sehat
3. Konsumsi alkohol yang terlalu berlebihan
4. Merokok
5. Kebersihan lingkungan  yang tidak terjaga 
6. Polusi udara

Berikut data HIV

Selain itu, aku juga baru tahu bahwa untuk mengantisipasi fakta tersebut, pemerintah telah membentuk suatu tindakan bernama (GERMAS) yang telah termasuk dalam instruksi Presiden no 1 tahun 2017. Sesuai dengan kepanjangannya yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat memiliki beberapa tujuan mulia yakni
Kesehatan terjaga
Lingkungan Bersih
Produktif
Biaya berobat berkurang

Germas itu sendiri merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berprilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Adapun beberapa cara mewujudkan GERMAS adalah sebagai berikut:
  • Peningkatan aktifitas fisik
  • Peningkatan perilaku hidup sehat
  • Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
  • Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
  • Peningkatan kualitas lingkungan
  • Peningkatan edukasi hidup sehat


Fokus kegiatan GERMAS di tahun 2017 adalah:
  • Melakukan aktifitas fisik
  • Konsumsi Sayur dan Buah
  • Memeriksa kesehatan secara berkala





Selanjutnya paparan yang fokus mengenai Analysis Situasi HIV dan AIDS di provinsi Sumatera Selatan sampai tahun 2017.
Kemenkes telah memiliki program pengendalian HIV salah satunya dengan program 3ZERO.


Tujuan program pengendalian HIV, AIDS, dan PIMS adalah 3 Zero
  • Zero new infection              : 90% Orang mengetahui status HIVnya
  • Zero AIDS related to death : 90% ODHA mendapatkan ARV
  • Zero discrimination             : 90% ODHA on ARV mengalami supresi  VL


Untuk situasi HIV dan AIDS di Sumatra Selatan, menurut beliau, secara kumulatif kasus HIV dan AIDS di provinsi Sumatera Selatan pada tahun 1995 s/d September 2017 sebesar 1329 kasus HIV dan 1377 kasus AIDS dengan total kasus sebanyak 2706 kasus.
Untuk persentase kasus AIDS yakni
  • 1% terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun
  • 36% terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun
  • 40% terjadi pada kelompok usia 30-39 tahun
  • 13% terjadi pada kelompok usia 40-49 tahun

Rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 3:1, sedangkan rasio AIDS antara laki-laki dan perempuan 4:1. Faktor resiko terbanyak ada di hubungan heteroseksual sebanyak 65%, homoseksual 28%, dan perinatal 4%.


Dan dari data Kemenkes itu sendiri, kota Palembang menyumbangkan persentase terbanyak di antara kabupaten dan kota-kota di Sumatera Selatan.
Selain itu, Ibu Lesty juga menyebutkan fakta yang cukup mengejutkan seluruh peserta workshop kemarin, ia menyebutkan bahwa ODHA saat ini kebanyakan berlatarbelakang sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga).

Soo... apa sih faktor penyebab seseorang terjangkit virus HIV dan menderita penyakit AIDS?? Apakan dengan menggunakan alat makan yang sama secara bergantian dengan ODHA dapat menularkan HIV?? Apakah dengan hidup satu atap dengan ODHA dapat membuat orang yang sehat jadi tertular HIV?? Apakah karena gigitan nyamuk yang sebelumnya menghisap darah pada ODHA dapat membuat seseorang yang terkena gigitan nyamuk tersebut dapat tertular virus HIV juga??? JAWABANNYA TIDAK. Karena penularan virus HIV itu sangat terbatas, beda dengan virus flu babi ataupun flu burung yang mengharuskan penderitanya di isolasi dari dunia luar. Virus HIV hanya dapat menular pada kondisi tertentu sebagai berikut:
  • Berhubungan seksual dengan ODHA
  • Berbagi jarum suntik dengan ODHA
  • Menggunakan produk darah maupun organ tubuh dari ODHA (contohnya pendonor darah dan pendonor organ tubuh merupakan ODHA)
  • Ibu hamil yang positif HIV ke bayinya.


Dan ternyata, seseorang yang baru saja tertular virus HIV tidak langsung menunjukkan gejala seperti orang sakit pada umumnya. Mereka tetap terlihat sehat dn bugas seperti orang sehat. Efek dari virus HIV dalam tubuh seseorang baru akan terlihat setelah 2- 3 tahun berikutnya. Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui apakah kita berjangkit virus HIV atau tidak dengan melakukan tes HIV sedini mungkin. Daaannn tenang aja kok, tesnya ga sakit sama sekali, tesnya hanya butuh waktu kurang dari 5 menit. So, jangan takut untuk tes HIV. Hal ini juga bagian dari program Kemenkes yakni TOP (Tes HIV, Obati dengan ARV, Pertahankan pengobatan).
Well itu sekilas sharing aku seputar HIV dan AIDS, tapi harus selalu ingat yaa gaes, meskipun HIV ada obatnya, namun alangkah lebih baik jika kita semua terhindar dari HIV, sepert kata pepatah
MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI.
Salam cantik dan sehat yaa
See you on my next post

XOXO

Azuarieka        



    

You May Also Like

2 comments

  1. Ternyata gejala HIV tidak bisa langsung terlihat jelas yaa, harus berani test HIV. #sayaberanisayasehat

    BalasHapus
  2. Susah juga mengenali virus HIV.. Lebih baik jaga perilaku sehat ya agar terhindar dari penyakit berbahaya..

    BalasHapus