Cara Meningkatkan Engagement Rate Instagram || Ngopcan 8 Beautiesquad bersama Tutu Chandra

by - April 27, 2019

Kalau ditanya apps sosmed apa yang paling sering gunakan para milenials saat ini pasti banyak yang jawab Instagram! Yaiyalah, dari Instagram ini kita bisa lakukan banyak hal, mulai dari sekedar posting kegiatan sehari-hari, berjualan online, promosi bisnis, sampai jadi artis pun bisa! Tapi pasti banyak dari kalian yang penasaran, kok bisa yang orang bisa jadi selebgram dan bisa menghasilkan  uang dari endorsement? Nahhh itulah yang akan aku bahas di postinganku kali ini hasil dari ikutan Ngopi Cantik ke 8 bareng Beautiesquad dan Tutu Chandra. So, keep on reading ya!-------- 



Sebelumnya kalian harus tau dulu nih kalau Instagram Apps ini telah memiliki 1 Billion Active Users (1 Milyar Pengguna Aktif) setiap bulannya dan sudah disebut-sebut sebagai “The Popular Social Networks Worldwide”. tentunya dengan fakta ini kita jadi punya banyak peluang mengembangkan Instagram kita, jadi ga cuma sekedar post foto doang. Lagian, Instagram punya banyak banget fitur tambahan demi memanjakan penggunanya untuk tetap produktif. 
Berikut beberapa fitur tambahan yang disediakan Instagram:
  • Insta Story
  • Upload multiple 
  • Video Feed
  • Business profile
  • Link di Bio Profile
  • Link Swipe Up di Insta Story (untuk user yang memiliki followers diatas 10k)
  • Promote post
  • IG TV
  • dan masih banyak lagi.
Dengan fitur sebanyak itu, tentu ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan akun instagram kita! Eits! Tapi itu semua ada ilmunya lho! Ga hanya sekedar posting dan langsung dapet 10 ribu likes dan followers kamu langsung nambah jadi 1M. Tidak semudah itu Ferguso! ahahah. Semua ada prosesnya! Yakni mengembangkan akun Instagram yang kita punya. 

Mengembangkan akun Instagram yang kita punya disini ga melulu hanya punya followers yang banyak ya. Karena definisinya ga sebatas itu aja, melainkan Engagement rate dan metrics-metrics lainnya meningkat. 


Metrics sendiri artinya measurement unit, sesuatu yang bisa dijadikan ukuran. Kalo kalian sudah 
menggunakan business profile di Instagram tentunya sudah tahu dong ya fitur insights? Dari fitur 
tersebut kita bisa melihat data-data penting dari akun kita.
Metrics yang bisa kalian lihat dari fitur insights diantaranya:
  • Profile visits ➡dalam 7 hari terakhir, ada berapa akun yang mengunjungi akun kalian?
  • Website clicks ➡ berapa orang yang klik link yang ada di bio?
  • Reach ➡berapa jumlah Instagram user yang melihat postingan kalian?
  • Impressions ➡berapa kali postingan kalian dilihat oleh Instagram user? Satu user bisa melihat postingan kalian lebih dari satu kali, makanya angka impressions lebih besar dari angka reach.
Jadi gimana cara mengembangkan Instagram uang kita punya?

  • Kuasai semua fitur dan metrics yang ada pada Instagram
Tak kenal maka tak sayang juga berlaku pada Instagram. Percuma dong kita, pengguna Instagram, tidak mengerti fitur apa saja yang bisa kita manfaatkan… percuma juga kalo kita menggunakan bisnis profile di Instagram tapi tidak mengerti apa perbedaan business profile dengan personal account. Kenali juga maksud dari metrics yang ada di insights masing-masing post atau insight dari akun Instagram kita sendiri. Bila perlu, catat angkanya, buat grafiknya (supaya kalian bisa melihat secara jelas, terjadi kenaikan atau penurunan) dan evaluasi masing-masing metrics, apakah mengalami peningkatan, penurunan atau malah stabil? 
  • Tentukan niche dan lakukan interaksi dengan akun yang memiliki niche yang sama
Niche sendiri itu maksudnya pengklasifikasian akun Instagram kalian berdasarkan jenis dan 
isi/kotennya. Misalnya, akun aku @niputuchandra, memang fokusnya itu post tutorial makeup di 
Instagram, sharing review dan produk di Instagram. Semua ini masuk ke kategori beauty. Jadi 
niche dari akunku sendiri itu beauty.
Jangan lupa untuk berinteraksi dengan akun dengan niche yang sama untuk meningkatkan 
peluang foto/video kalian tetap berada di niche yang sudah kalian tentukan.

Pasti ada ya dari kalian yang menggunakan Instagram untuk fangirling, kemudian dengan akun 
yang sama kalian juga interaksi; like dan komen di postingan yang sebetulnya bukan niche kalian.
Saranku, buatlah akun terpisah untuk melakukan fangirling tadi. Gunanya apa? Menghindari akun 
kalian pindah niche dan tentunya meningkatkan peluang postingan kalian dilihat oleh lebih 
banyak orang yang memiliki interest terhadap niche kalian.
  • Kenali audience kalian seperti apa.
    • Kenali secara demografis ➡ audience kalian paling banyak laki-laki atau perempuan? Kemudian paling banyak di kelompok usia yang mana?
    • Kenali secara geografis ➡audience kalian paling banyak tinggal di kota mana? Negara mana?
    • Kenali secara psikografis ➡lifestyle, audience kalian lebih banyak yang suka makeup koreakah? Makeup drugstore kah? Makeup highend kah?
    • Kenali secara behavioristis ➡ perilaku seperti audience kalian lebih banyak yang memang ingin tahu review produk atau sesama blogger/content creator?
Mengenali audience kalian ini bisa membantu kalian mengatur strategi ketika kalian akan post 
foto, video. Ini juga bisa membantu kalian memilah, kira-kira produk apa saja sih yang harus kalian 
share di Instagram?
  • Tentukan branding!
Berdasarkan analisa aku pribadi dari timeline di Instagram, masih banyak loh yang mengabaikan 
soal branding. Padahal branding ini sangat penting.
Branding disini maksudnya segala aktivitas yang bisa menguatkan dan menonjolkan diri kita 
sebagai blogger/content creator. Seperti apa sih akun kalian atau diri kalian sendiri ingin dilihat 
oleh audience?

Contohnya yang gampang @awkarin deh ya. Berdasarkan analisaku pribadi, @awkarin ini cukup 
khas dengan 100 instagram story/hari dan foto-fotonya yang aesthetic. Contoh lain lagi, 
@21makeupaddictions, post video tutorial makeup hampir setiap hari dengan menggunakan 
background video berwarna pink. Jadi begitu melihat warna pink ingetnya ‘oh akun 
@21makeupaddictions loh dia serba pink’.
Contohnya @aro_kopa, share makeup tutorial dengan backsound-backsound yang fun (kadang 
ada backsound dangdut atau lagu india) sehingga memberikan kesan kalo @aro_kopa ini adalah 
beauty conten creator yang fun. Atau akun @heidinatjahjadi, dengan branding yang terkesan 
elegan.
  • Berinteraksi dengan audience
Interaksi disini gak cuma berupa kalian share di insta story, audience kalian lihat muka kalian, lihat 
kalian ngomong disana.
Interaksi di Instagram sendiri macam-macam, salah satu contohnya yang sering diabaikan adalah 
membalas komen audience. (A little hint: membalas komen audience juga dapat meningkatkan 
engagement rate akun kita loh!)
Selain itu, interaksi juga bisa melalui direct message, melalukan poll, membuka question box dan 
live session.
  • Gunakan hashtag sesuai dengan niche kalian
Penggunaan hashtag sesuai dengan niche ini juga berfungsi untuk meletakkan akun kalian di niche 
yang tepat. Jadi hindari menggunakan hashtag yang bukan niche kalian.
Contohnya: untuk niche beauty, gunakan #makeuptutorial #makeup… jangan malah 

You May Also Like

0 comments